Tiga-tiga

Angka keramat ya, teman? Terlepas bahwa Yesus meninggal di usia itu, yang jelas, I stopped counting a long time ago. Tiga-tiga. Usia yang menurutku belum pantas aku sandang, for better or worse!

Menikmati hari seperti hari ini. Mengajar para dosen di Fakultas Farmasi, dan berhasil mengerjai Mr. J yang boljug, seperti biasa. Lalu ikut mengevaluasi audisi buat pentas “Jack, or The Submission”. Menyenangkan. Bagiku sangat mudah memberikan segala potensi yang ada dalam diri. Sepele. The key is generosity. Dalam apapun: mengajar, dunia seni, akting, dan keseharian. Memberi tanpa batas seperti cake black forest yang lumer di lidah. Ini bukan sekedar teori.

Jadi, aku sering nggak mengerti, kenapa orang nggak mudah memberi. Apalagi kalau memang sayang dan peduli. Aku kecewa karena berharap pada yang nggak punya kemampuan memberi. I am giving it up.

Seorang teman di Mississippi hari ini mengatakan bahwa memang benar bahwa kami ini orang-orang yang peduli akan banyak hal, “…but we should keep in mind that we have tendency to think about things too seriously.” Betul. Betul. Hidup nggak usah terlalu serius.

Forget my intention to stay forever young, there’s a huge source of stress coming up: MU vs. Arsenal tonight!

Tonight, tonight,
Won’t be just any night,
Tonight there will be no morning star.
Tonight, tonight, I’ll see my love tonight.
And for us, stars will stop where they are…

(“Tonight” – The West Side Story)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s