Jurusan Pendidikan Bahasa dan *meeeep!!!*

Ini kegelisahan saya terbesar belakangan ini. Rasanya kita yang ada di bawah bendera Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni harus mulai mengkaji ulang kenapa “bahasa” berada dalam satu kamar dengan “seni.” Dan kemudian, kenapa “seni” cenderung di-euthanasia, setidaknya itu yang saya rasakan 3 tahun terakhir terjadi di prodi di tempat saya mengajar. Program-program seperti drama dan sastra sudah tidak lagi menjadi kebanggaan di jurusan ini, kalah sama bidang-bidang lain seperti linguistik, kependidikan, dan teknologi. Kepedulian akan kesenian, apalagi kebanggaan, sudah pudar, to almost zero!

Sepandai-pandainya manusia, saya tetap percaya seseorang menjadi besar karena minat yang luas dan ketertarikan terhadap dunia yang mendalam. Sayangnya, di departemen semakin sedikit saja manusia semacam ini. Jago-jago kandang berkacamata kuda? Banyak.