Obat anti jenuh: naik roller-coaster

Kemarin kakakku pergi ke Jakarta – mencari peluang berkegiatan baru, setelah sekian lama suntuk dengan pembuatan film-film projek Unicef di Jogja/Jateng. Dan aku pun mulai berpikir akan perubahan.

Capek mendengarkan manusia-manusia yang sama yang entah menertawakan apa.

Dulu aku sering bilang bahwa suatu saat aku akan berhenti. Tapi aku nggak akan berhenti. Dalam dua minggu terakhir ini, paling nggak sudah ada 3 teman yang mengisyaratkan bahwa aku berada di kerumunan yang kurang tepat (“salah” is too strong of a word for I do have good time here). Ingat film Chocolat? Si perempuan pemilik toko cokelat yang bergerak seiring angin yang bertiup? Sekarang memang belum saatnya. Nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s