Status: OK

Status. Memang kadang merepotkan. Belum lama ini aku dan sahabat/kekasih lamaku memutuskan untuk “menikah.” Mau dibilang pacaran, orangnya kok jauh di seberang lautan, mau dibilang nggak nyatanya reaksi kimiawi di antara kami nggak kunjung pudar sejak hampir 3 tahun lalu. Di Facebook tersedia status “it’s complicated.” Tapi bagiku, itu sama artinya dengan “there’s nothing in it really.” Lalu ada “in an open relationship.” Aku sih oke-oke saja dengan status ini walaupun sedikit terkesan tendensius, tapi si kangmas nggak mau soalnya status ini bisa bikin dia dijauhi teman-teman ceweknya. Bener juga sih. Menceritakan ini pun berisiko kehilangan “sahabat-sahabat”ku yang lain. Ya suds. Aku tetap single, dan dia nggak mencantumkan statusnya. Biar kami sama-sama bisa memenuhi the more immediate needs masing-masing. Fair? Mmm… nggak yakin sih, tapi untuk sementara ini, at least, nggak merugikan siapapun.

Gambar mobil di atas aku dapat dari meng-google “border brujo” – satu konsep yang pertama kali kukenal dari seniman Mexico Guillermo Gomez-Pena, yang mengetengahkan kaburnya batas-batas sosial, politik dan budaya yang bersifat rasis dan kolonialis. Pernikahan dan status hubungan romantik nggak luput dari pengkotak-kotakan yang seringkali memasung dan mengikis nurani. Ia bisa menentramkan untuk waktu yang terbatas, tapi apakah yang nggak berubah di bumi ini? For obscurity is life.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s